Baterai menjadi salah satu komponen yang sangat penting pada setiap ponsel. Sejumlah vendor pun memberikan saran untuk para pengguna agar bisa melakukan kalibrasi baterai supaya performa baterainya tetap prima.

Kalibrasi baterai dapat dilakukan pada ponsel yang menjalankan sistem operasi Android ataupun iPhone. Namun ternyata juga ada beberapa mitos yang berada di balik kalibrasi ini.

Tapi tenang saja karena kali ini Luqmanul.com akan memberikan cara yang terbaik untuk melakukan kalibrasi baterai. Simak ulasan berikut ini!

Kalibrasi Baterai

Kalibrasi Baterai
Kalibrasi Baterai

Apa sih Kalibrasi Baterai? Untuk mengetahuinya, kalian harus mengetahui tentang bagaimana cara kerja dari baterai ponsel terlebih dahulu. Kini, sebagian besar handphone menggunakan baterai Lithium-ion atau Lithium-polymer.

Setiap baterai handphone punya chip pintar yang mengirimkan sinyal dengan mengindikasikan beberapa level baterai yang tengah digunakan. Ponsel akan menerima sinyal ini lalu menampilkannya pada layar.

Smart chip ini akan membaca seberapa banyak energi yang disimpan dalam baterai. Supaya hasil pembacanya lebih akurat, chip harus memahami secara betul tentang kapasitas baterai. Kalau baterai benar-benar kosong sampai dengan 0%, lalu diisi secara penuh hingga 100%, maka chip itu akan memahami kapasitasnya.

Semakin sering pengguna memakai ponsel, maka baterai akan habis dan terisi di sejumlah titik tertentu. Cara penggunaan dan pengisian yang acak ini dapat membuat hasil baca chip menjadi tak akurat.

Intinya adalah chip dan kapasitas dari baterai pada titik ini telah tak terkalibrasi dengan baik. Untuk mengetahui kapasitas baterai yang lebih akurat, maka kalian harus melakukan kalibrasi baterai.

Kalibrasi Baterai Ponsel tanpa harus melakukan Root

Kalibrasi baterai biasanya dapat dilakukan pada ponsel Android yang sudah dilakukan root dan menggunakan sebuah aplikasi khusus. Tetapi perlu untuk diketahui bahwa ternyata kalian bisa melakukan kalibrasi pada ponsel kalian tanpa harus melakukan root. Pengguna bisa menggunakan cara kalibrasi baterai secara fisik.

Cara kalibrasi baterai pada ponsel Android tanpa root sebenarnya sangat sederhana dan mudah dilakukan. Pertama-tama, kosongkan baterai sepenuhnya hingga 0%. Jangan lakukan charge ponsel saat mengosongkan baterai itu. Biarkan saja ponsel tetap bekerja hingga mati sendiri.

Pada waktu ponsel tersebut mati, nyalakan kembali, hingga membuatnya menyala lalu mati kembali. Walau baterai memang sudah berada di dalam level 0%, masih ada sedikit cadangan yang tersimpan.

Setelah benar-benar mati, lakukan charge ponsel milik kalian hingga mencapai level 100%. Jangan diganggu atau digunakan saat melakukan charging. Setelah penuh, cabut charget, nyalakan ponselnya. Indikator dari baterai mungkin tak akan memperlihatkan angka 100%, lalu lanjutkan dengan mengisi baterai lagi hingga mencapai 100%, setelah itu, cabut lagi chargernya.

Sebuah siklus mengosongkan baterai dan mengisinya kembali hingga penuh memungkinkan chip pintar akan melakukan kalibrasi dan membaca indikator baterai dengan jauh lebih akurat.

Perlukah Kalibrasi Baterai Ponsel?

Pada dasarnya, sebagian besar dari ponsel android tak perlu melakukan kalibrasi baterai. Hal ini karena kombinasi antara chip pintar yang digunakan oleh baterai serta cara pintar Android dalam membaca statistik baterai sudah sangat lebih dari cukup untuk bisa membaca kapasitas baterai secara akurat.

Algoritma serta sensor yang lebih pintar ini dapat membantu ponsel Android agar bisa mengkalibrasi baterai secara otomatis tanpa harus melakukan cara-cara lainnya. Baterai ponsel umumnya akan dikalibrasi secara otomatis saat masuk ke dalam mode 'low battery' lalu bisa diisi hingga penuh kembali.

Tetapi kalian bisa melakukan kalibrasi baterai secara manual kalau merasa bahwa level baterai yang ditampilkan sudah tidak akurat lagi. Biasanya hal ini terjadi pada ponsel yang sudah lama atau digunakan secara terus menerus tanpa memperhatikan waktu istirahatnya. Ciri-cirinya biasanya terjadi dengan kondisi baterai yang berada pada sisa 20%-30% lalu berubah seketika menjadi 5% atau bahkan mungkin mendadak mati begit saja tanpa ada tanda-tanda kalibrasi pada baterai.