Nama Jia Yueting pernah cukup terkenal saat perusahaan teknologi yang didirikan olehnya, LeEco berkembang dengan sangat pesat. Namun sayang sekali karena saat ini Ia justru mengalami kebangkrutan.

LeEco sendiri diketahui didirikan olehnya pada tahun 2011 silam. Awalnya, LeEco sangat agresif untuk menguasai berbagai macam bisnis, diantaranya seperti mobil listrik, ponsel, video streaming hingga sepeda dan beberapa produk lainnya. Namun pada tahun 2016, LeEco mulai kesulitan karena tak mempunyai uang lagi.

Jia pun juga terkena dampak buruk lalu dikejar oleh pemerintahan China lantaran punya utang perusahaan yang menumpuk. Ia pun pindah ke Amerika Serikat lalu menjadi buronan. Jia mengatakan bahwa dirinya harus tinggal di Amerika Serikat karena mengurusi Faraday & Futur, sebuah startup yang mengembangkan mobil listrik.

Belum selesai sampai di situ saja, nasib malangnya kembali berlanjut, Jia baru saja menyatakan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat. Jia mengatakan bahwa sudah membayar utang sebesar US$ 3 miliar, namun masih ada sisa sekitar US$ 2 miliar atau setara dengan Rp28 triliun lagi.

Kebangkrutan dari Chapter 11 berarti bahwa aset atau saham yang Jia akan diambil alih untuk bisa membayar utangnya. Tetapi, walaupun sudah mengalami banyak masalah, Jia mengatakan bahwa dirinya masih akan sangat optimis bisa bangkit kembali. Ia bahkan berencana untuk kembali ke China lalu mengembangkan Faraday.

"Kebangkrutan Jia tidak akan berdampak pada operasi bisnis normal Faraday Future," kata perusahaan seperti dikutip Luqmanul.com dari South China Morning Post.

Jia memiliki sekitar 33% saham dari Faraday, walau Ia sudah tak lagi menjabat sebagai CEO, kini Ia masih menjabat sebagia Chief Product and User Officer.